Pergelaran SENDRATASIK (Seni Drama, Tari dan Musik) PGMI UIN Sumatera Utara Angkat Kekayaan Budaya Nusantara

Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sukses menyelenggarakan Pergelaran SENDRATASIK (Seni Drama, Tari, dan Musik) sebagai wadah ekspresi seni dan budaya mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi dan penguatan nilai-nilai budaya Nusantara melalui pertunjukan seni yang edukatif dan inspiratif.

Mengusung tema “Merajut Ekspresi Jiwa, Menyapa Budaya, Menggema dalam Nada”, pergelaran SENDRATASIK menampilkan kolaborasi seni yang harmonis antara seni tari, drama, dan musik. Tema tersebut merepresentasikan semangat mahasiswa PGMI dalam mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

Pergelaran SENDRATASIK dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 05 Januari 2026 dan 12 Januari 2026. Kedua pelaksanaan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan disambut dengan antusias oleh sivitas akademika serta undangan yang hadir.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Semester III dan Semester V Program Studi PGMI dengan total peserta sebanyak 471 orang. Keterlibatan ratusan mahasiswa tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, kerja sama, serta komitmen dalam mengembangkan potensi seni dan budaya di lingkungan akademik.

Dalam bidang seni tari, SENDRATASIK menampilkan sebanyak 26 penampilan tarian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan sekitarnya. Ragam tarian tersebut memperlihatkan kekayaan budaya daerah yang dikemas secara menarik dan kreatif oleh para mahasiswa.

Pada pelaksanaan tanggal 05 Januari 2026, sebanyak 14 tarian dipentaskan, di antaranya Tolu Sahundulan, Gincu Merah Muda, Saman, Sihutur Sanggul, Endeng-Endeng, Ketabo, serta berbagai tarian Tor-Tor khas Batak. Setiap penampilan menonjolkan keunikan gerak, kostum, dan nilai filosofis dari budaya asalnya.

Tarian lain seperti Saman, Pasang Jabet, Zapin Muara, Makan Sirih, Kreasi Batak, Wonderland Nusantara, hingga Tor-Tor Si Buruk turut memeriahkan panggung SENDRATASIK hari pertama. Keberagaman tersebut menunjukkan luasnya wawasan budaya yang dimiliki oleh mahasiswa PGMI.

Sementara itu, pada tanggal 12 Januari 2026, sebanyak 12 tarian kembali ditampilkan dengan nuansa yang tidak kalah memukau. Tarian Selayang Pandang, Kuthieding, Kreasi Batak, hingga Cikala Lepompong menjadi pembuka rangkaian pertunjukan hari kedua.

Tarian-tarian lainnya seperti Urang Minang, Multi Etnis Sumatera Utara, Lemak Manis, Tor-Tor Mandailing, Alu Siau, Dindin Bak Dindin, Sitogol, dan Anakoki Hido memperkaya khazanah budaya yang ditampilkan dalam pergelaran ini.

Selain seni tari, SENDRATASIK juga menampilkan empat penampilan drama yang mengangkat nilai-nilai kehidupan, pendidikan, dan sosial budaya. Pertunjukan drama tersebut menjadi media refleksi bagi penonton sekaligus sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akting dan penghayatan peran.

Di bidang seni musik, sebanyak 16 penampilan turut disuguhkan dengan berbagai genre dan nuansa. Seni musik yang dipentaskan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat suasana pertunjukan serta memperkaya pengalaman estetika penonton.

Pergelaran SENDRATASIK menjadi bukti nyata bahwa seni dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa PGMI. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama, berkreasi, serta mengapresiasi keberagaman budaya sebagai calon pendidik masa depan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Program Studi PGMI dalam mencetak pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, budaya, dan seni. SENDRATASIK menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat mereka.

Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa pergelaran seni seperti SENDRATASIK memiliki peran penting dalam mempererat kebersamaan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan dengan inovasi baru.

Dengan terselenggaranya Pergelaran SENDRATASIK ini, Program Studi PGMI UIN Sumatera Utara berharap dapat terus berkontribusi dalam pelestarian seni dan budaya Nusantara serta membangun generasi pendidik yang kreatif, berkarakter, dan berwawasan budaya.