Mahasiswa PGMI UINSU Ikuti Kegiatan KBKM Essay Balai Bahasa

Sumatera Utara 2026

Aula Gedung Haji Anif lantai tiga UIN Sumatera Utara Medan pada Rabu pagi, 13 Mei 2026, tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan kursi terisi oleh para mahasiswa dari berbagai program studi yang datang membawa satu bekal: gagasan. Balai Bahasa Sumatera Utara menggelar Kegiatan Belajar Keterampilan Menulis (KBKM) Essay 2026, dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UINSU menjadi salah satu kontingen yang paling antusias.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UINSU, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kemampuan menulis dan literasi bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan akademik.

KBKM Essay menjadi arena bagi mahasiswa untuk menuangkan ide dan analisis mereka secara terstruktur dalam bentuk esai ilmiah. Lebih dari sekadar kompetisi atau pelatihan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog intelektual tempat di mana mahasiswa belajar bahwa satu paragraf yang ditulis dengan hati-hati bisa lebih berpengaruh daripada ribuan kata yang diucapkan tanpa persiapan.

Sejumlah mahasiswa PGMI UINSU turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Ramadhan Wahyudi, Irwan, Izhar Maulana, Tita Diah Alia Putri, M. Anwar Azhar Lubis, Hany Arifya, Nadzwa Hakim Sitepu, Nadin Azzura Sidabutar, Nadila Siswanti, dan Ganda Marito Harahap.

Di antara para peserta, nama Hany Arifya mencuri perhatian dengan peran yang diembannya, ia dipercaya menjadi pembawa acara (master of ceremony) dalam gelaran tersebut. Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan, kepiawaiannya berkomunikasi di depan publik menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PGMI tidak hanya terampil di balik meja tulis, tetapi juga percaya diri di atas panggung.

Partisipasi delegasi PGMI dalam KBKM Essay 2026 ini diharapkan menjadi titik awal yang berarti, bukan hanya untuk meningkatkan kecakapan menulis, tetapi juga untuk menabur benih budaya akademik yang kuat di kampus. Sebab literasi bukan tujuan akhir, melainkan bekal perjalanan.