Pendampingan Psikososial dan Penguatan Layanan Pendidikan Islam Berbasis Komunitas dalam Pemulihan Pascabencana Banjir di Daerah Barus Kabupaten Tapanuli Tengah

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di MIN 1 Tapanuli Tengah, Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikososial serta penguatan layanan pendidikan Islam berbasis komunitas bagi peserta didik dan masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah Barus.

Acara diawali dengan penyambutan hangat oleh pihak MIN 1 Tapanuli Tengah kepada tim pengabdian masyarakat. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.

Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan berupa alat tulis kepada siswa-siswi MIN 1 Tapanuli Tengah. Bantuan yang diberikan meliputi buku tulis, pulpen, pensil, penghapus, pensil warna, kotak pensil, dan rautan pensil. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik pascabencana serta menumbuhkan kembali semangat mereka dalam menuntut ilmu.

Pada sesi materi, Dr. Sapri, M.A. menyampaikan tausiyah tentang kisah Nabi Nuh AS dan hikmah di balik bencana sebagai bentuk ujian dari Allah SWT untuk meningkatkan derajat manusia. Materi ini memberikan penguatan spiritual dan motivasi kepada peserta didik agar tetap sabar, tabah, dan optimis menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Selanjutnya, Dr. Nirwana Anas, M.Pd. menyampaikan kegiatan edukatif berupa permainan tebak profesi. Dalam permainan tersebut, salah satu peserta didik diminta maju ke depan untuk memperagakan cita-citanya, sementara peserta lain menebak profesi yang diperagakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan semangat dan rasa percaya diri peserta didik agar tetap berani bermimpi dan menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Bencana yang terjadi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus maju dan meraih masa depan yang lebih baik.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta didik maupun pihak sekolah. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan psikososial dan pendidikan pascabencana.